Senin, 30 Maret 2015

Aji jaran guyang

Mungkin diantara kita pernah mendengar tentang ilmu pelet yang satu ini, dikabarkan ilmu pelet ini merupakan ilmu pelet kelas tinggi untuk membuat seseorang tergila-gila dan jatuh cinta pada yang memelet.

Pada awalnya tidak dikenal tentang ilmu pelet ini. Yang dikenal adalah ilmu untuk menenangkan kuda yang dimandikan (diguyang) dengan demikian ilmu ini adalah ilmu untuk ngguyang jaran (memandikan kuda)

Entah dari mana asalnya ilmu jaran guyang  ini berubah jadi jaran goyang. Mungkin ini seperti kata sandya kala (sandya di Indonesiakan senja. red) yang artinya saat menjelang malam, lambat laun pengucapannya menjadi sandikala, berubah menjadi candi kala, berubah lagi menjadi candik ala, dan karena ala adalah jelek maka ada yang menyebutnya candik ayu

Demikianlah rapalan dari aji jaran goyang ini
"Ingsun amatak ajiku si jaran goyang
Tetegar ing tengah pasar
Upet-upetku lawe benang
Cemetiku sada lanang
Sun sabetake gunung, gugruk
Sun sabetake segara, asat
Sun sabetake lemah, bengkah
Sun sabetake atine si jabang bayi ......
Teka welas teka asih marang sriraku
Yen turu tangekna
Yang tangi lungguhna
Yen lungguh adekna
Yen ngadek lakokno marang aku
Sido edan ,ora, edan
Ora waras yen durung nyanding aku"

Demikian maka diharapkan obyek menjadi jatuh cinta dan tergila-gila kepada pelaku.

Biasanya laku untuk menggunakan ilmu ini adalah puasa 40 hari 40 malam, makan sehari semalam satu kali diatas jam 12 malam, dan merapal ilmu ini dengan memegang barang milik obyek, (bisa rambut, pakaian atau apa saja) sambil membayangkan wajah obyek yang akan dipelet.

Akan tetapi sehebat apapun ilmu peletpun juga mempunyai keterbatasan.
Syarat utama dari ilmu pelet adalah pelaku dan obyek saling mengenal dan melakukan interaksi.
Karena mustahil jika anda menginginkan memelet seseorang yang tidak anda kenal secara pribadi dan tidak pernah melakukan interaksi dengannya, misalnya memelet artis yang hanya anda tahu dari tv atau majalah sedangkan anda tidak pernah sekalipun berinteraksi, bercakap2 atau kenal dengan si artis.

Dan seperti biasa, ada banyak versi tentang jaran goyang ini, dan masing-masing versi menganggap versinyalah yang paling benar

Minggu, 22 Maret 2015

Hidup yang tidak adil

Ada saat-saat di mana kita merasa hidup ini tidak adil.
Sepertinya semuanya begitu mudah bagi orang lain, mengeluh ini itu. Merasa paling malang di dunia, kurang ini
kurang itu.

Terkadang silau akan kebahagian orang lain. Padahal mereka mungkin tidak sebahagia itu. Terlalu sering untuk lupa
bersyukur atas setiap hela nafas yang masih bisa kita hirup hingga detik ini.
Atas pekerjaan yang kita punya sementara di luar sana banyak orang yang luntang lantung mencari nafkah dengan susah payah.
Atas kesehatan yang masih kita
miliki sementara di luar sana banyak orang yang menghabiskan berjuta-juta rupiah hanya untuk sembuh dari sakit.

Pantas saja, kita tak pernah merasa cukup, pantas saja hidup kita tak pernah tenang.
Bagaimana bisa?
Sementara kita selalu iri pada rezeki yang diperoleh orang lain. Sementara kita begitu sibuk menghitung nikmat yang
diterima orang lain, hingga akhirnya kita tidak dapat merasakan kelebihan nikmat yang juga kita terima.

Kotempelasi kehidupan

Ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa kita jangkau sekeras apapun kita berusaha.
Satu-satunya hal yang bisa kita
lakukan adalah menerimanya dengan tabah.

Banyak hal yang terjadi.
Baik-buruk. Pahit-manis.
Momen-momen indah menyenangkan.
saat-saat pahit menyakitkan.
Saat berada di puncak nama baik.
Juga kala terpuruk di lembah kehancuran.

Kita tidak yakin apakah kita bisa melewatinya.
Semua terlihat begitu berat.
Begitu banyak yang telah dikorbankan.
Begitu banyak pertanyaan, semua seolah mengarahkan pada satu titik akhir.
Titik di mana harus menyerah.

Kita mulai babak baru dalam hidup ketika memutuskan untuk menjalaninya.
kita pikir kita akan sanggup menghadapi semuanya.
Tapi mungkin tidak seperti yang kita bayangkan.
Tapi, masih terlalu pagi untuk menyerah bukan?
Setidaknya kita harus mencoba. Mencoba melihat sejauh mana kita bisa bertahan dalam pusaran.

Hidup adalah menjalani konsekuensi dari setiap pilihan.
Dan kita telah memilih.

mulai melangkah menapaki titian harapan sambil harap- harap cemas.
Semakin belajar, semakin kita mengerti bahwa perjalanan kita masihlah panjang.
Seberat apapun, kita harus tetap melangkah.
Tapi semua pasti berakhir pada waktunya.

Yang kita perlukan hanya keyakinan dan kekuatan
untuk bertahan.

Takdir

"Jagalah pikiranmu, Karena akan menjadi perkataanmu.
Jagalah perkataanmu, Karena akan menjadi perbuatanmu.
Jagalah perbuatanmu, Karena akan menjadi kebiasaanmu.
Jagalah kebiasaanmu, Karena akan membentuk karaktermu.
Jagalah karaktermu, Karena akan membentuk nasibmu,
nasibmu berawal dari pikiran mu."

"Kau adalah apa yang kau cari
Nafsu membara
Nafsumu adalah kehendakmu
Kehendakmu adalah apa yang kau lakukan
Dan yang kau lakukan adalah takdirmu"

Sabtu, 14 Maret 2015

Esensi

Tuhan, bukanlah seorang laki-laki tua dengan jenggot putihnya, yang duduk di atas awan yang tinggi sambil
melemparkan gula-gula kepada sedikit orang dan menghempaskan petir pada orang lainnya.

Tuhan adalah suatu kebenaran yang terungkap melalui semua mahluk.
Tuhan tidaklah terkurung dalam suatu agama atau filsafat tertentu, tetapi Tuhan hidup dalam semua orang dan jauh di
atas semua kepercayaan.

Tuhan akan menyentuh kehidupan anda melalui terbitnya matahari, sentuhan orang yang anda kasihi ataupun melalui
mata seorang anak yang berbinar-binar.

Ketika anda menyadari bahwa Tuhan mengungkapkan semuanya melalui seantero dunia, maka anda akan
menemukannya dimanapun anda mencari.

Melakukan pencarian itu baik, tetapi waspadalah agar anda
tidak menjadi pengembara yang pfofesional

Jumat, 13 Maret 2015

Doa seorang pemuda

Seorang pendeta berkotbah di depan jemaatnya,
"Kalau kita berdoa memohon sesuatu padaTuhan, harus menyebutkan kriterianya secara jelas,lengkap dan rinci,
Misal minta mobil, jangan berdoa, "Tuhan saya minta mobil"
Itu enggak jelas, saudara minta mobil truk, bus atau sedan?
Sebutkan jenis mobilnya, merek, warna dan tahun keluaran."

Sesampainya di rumah, seorang pemuda masuk
ke kamarnya berdoa,
"Tuhan saya minta pasangan hidup, seorang wanita cantik, Tinggi semampai, putih, hidung mancung, badan seksi,
Rambut panjang ikal, cerdas, sarjana dan sudah bekerja."

Beberapa hari kemudian datanglah malaikat menemui dia dan berkata,
"Tuhan sudah mendengar doa saudara, dan inilah jawabanNya.
Ada empat gadis yang memenuhi kriteria
saudara."
Pemuda itu pun bersorak gembira penuh sukacita.

Namun, malaikat itu segera berkata lagi dengan
suara pelan,
"Namun mereka juga mengajukan beberapa kriteria calon suami,
Mereka minta suami bertitel, punya rumah dan mobil mewah, Menduduki jabatan manajer dengan gaji di atas
20 juta per bulan.
Nah, masalahnya saudara kan masih numpang orangtua, Kemana-mana naik bus, masih nganggur, uang minta orangtua
Jadi sori deh, .......... saudara belum bisa dapat pasangan hidup"

Malaikat itu pun naik lagi ke sorga.
Oh, .......... Sungguh tragedi pahit doa
pemuda ini.
Silahkan di renungkan apa yang ingin disampaikan cerita
ini. :)

Keberuntungan dekat dengan orang yang mampu untuk menerimanya

Selasa, 29 Mei 2012

Misteri Sedulur Papat Lima Pancer

SEDULUR PAPAT LIMA PANCER (Saudara Empat Lima Pusat)
Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati  dimulai dari kidung Dhandanggula yang berbunyi sebagai berikut:

Ana kidung akadang permati,Among tuwung ing kawasanira,Nganakake saciptane, Kakang kawah puniku, Kang rumekso ing awak mami, Anekakaken sedya,Ing kawasanipun, Adi ari ari ika,Kang mayungi ing laku kawasaneki,Nekakaken pangarah.

Punang getih ing raine wengi,Ngrerewangi ulah kang kuwasa,Andadekaken karsane,Puser kawasanipun,Nguyu uyu sabawa mami,Nuruti ing paneda,Kawasanireku,Jangkep kadang ingsun papat,Kalimane pancer wus dadi sawiji,Tunggal sawujud ingwang.

Yeku kadang ingsung kang umijil,Saking marga ina sareng samya,Sadino awor enggone,Sakawan kadang ingsun,Ingkang nora umijil saking,Marga ina punika,Kumpule lan ingsun,Dadya makdum sarpin sira,Wewayangan in dat samya dadya kanti,Saparan datan pisah.

Pada lagu diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat, lima pancer” itu adalah
-kakang kawah
-adhi ari-ari
-ponang getih
-puser
-pancer
Kakang kawah (daya air) adhi ari-ari (daya bumi) ponang getih (daya api) puser (daya angin) lengkaplah empat saudara, yang kelima adalah pancer (sudah menyatu dengan kita)

Mantra untuk minta pertolongan sedulur papat lima pancer:

Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, getih, Puser.
 sedulurku papat kang kalima pancer,
 sedulurku kang mijil saking marga ina lan sedulurku kang ora mijil saking marga ina,
 sedulurku kang karawatan lan sedulurku kang ora karwatan,
 sedulurku kan katon lan sedulurku kang ora katon,
 sedulurku kang ana keblat papat kalima tengah lan sedulurku kabeh,
 bukaken gedhongku
 rewangono aku....(sebutkan jika anda mempunyai kepentingan)
 Bapanta ana ngarep Ibunta ana mburi
 mara enggal tumandanga bebarengan


Pada versi lain permati diucapkan marmati, sehingga sedulur papat lima pancer adalah
  1. Permati/marmati
  2. Kakang Kawah,
  3. Adhi Ari – Ari
  4. Ponang Getih
  5. Puser
  • Marmati: berasal dari kata samar mati(takut mati) waktu melahirkan. Berasal dari daya anasir angin
  • -Kakang Kawah :saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) dengan demikian Kawah lantas dianggap saudara tua yang biasa disebut Kakang Kawah yaitu berasal dari daya anasir air
  • -Adhi Ari-Ari:setelah bayi lahir barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni). Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, maka disebut Adhi Ari-Ari. yang melambangkan daya dari anasir tanah
  • -Ponang Getih: Darah/Rah yang keluar pada persalinan (darah nifas)  merupakan perwujudan dari daya anasir api
  • -Puser(udel)/pancer: yaitu saudara kita yang dudah bersatu dengan kita.
Pancer/pusat sering di identikan dengan jiwa, suksma sejati,alam bawah sadar atau nurani yang telah menyatu dengan diri kita, Posisi pancer berada ditengah, diapit oleh empat saudaranya di empat arah mata angin
Dari situlah muncul istilah ‘Sedulur papat Lima Pancer’

sedulur papat lima pancer ini juga dikenal dengan sedulur keblat papat,yaitu saudara yang menjaga/berada di 4 arah mata angin.
  • timur: nama Retna Dumilah, perlambang: lairing rahina, warna putih, hal kebijaksanaan
  • selatan: Bambang Bunar buwana,perlambang: uriping rahina, warna merah,  hal kesehatan
  • barat: Kencana Remeng,perlambang: lairing wengi, warna kuning, hal rejeki
  • utara:Srikolem, perlambang: uriping wengi, warna hitam, hal kebahagiaan

setelah masuknya Islam maka kepercayaan ini di isi dengan istilah2 arab  :
  1. Amarah      : Bila manusia hanya mengutamakan nafsu amarah saja,tentulah tidak tentram
  2. Supiyah      : yaitu nafsu Keindahan. Manusia itu umumnya senang dengan hal hal yang bersifat keindahan misalnya wanita (asmara).
  3. Aluamah    : yaitu nafsu Serakah Manusia itu pada dasarnya memiliki rasa serakah 
  4. Mutmainah : yaitu Keutamaan, Walaupun nafsu ini merupakan kebajikan, namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik. Contohnya: memberi uang kepada orang yang kekurangan itu bagus, namun apabila memberikan semua uangnya  sehingga keluarga kita sendiri menjadi terlantar, jelas itu bukan hal yang baik.

berikut mantra untuk meminta pertolongan sedulur papat lima pancer:

niat ingsun amatak ajiku si wisakarma
"Marmati,Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, getih, Puser.
 sedulurku papat kalima pancer,
 sedulurku kang mijil saking marga ina lan sedulurku kang ora mijil saking marga ina,
 sedulurku kang karawatan lan sedulurku kang ora karwatan,
 sedulurku kan katon lan sedulurku kang ora katon,
 sedulurku kang ana keblat papat kalima tengah lan sedulurku kabeh,
 bukaken gedhongku
 rewangono aku....(sebutkan jika anda mempunyai kepentingan)
 Bapanta ana ngarep Ibunta ana mburi
 mara enggal tumandanga bebarengan"


Pada mantra ini ada kata "Bapanta" yang dimaksud dengan kata ini adalah Bapa Angkasa (Tuhan di tempat yang maha tinggi),sedangkan "Ibunta"adalah ibu pertiwi (Shakti nya)
yaitu energi maskulin dan feminin dari Tuhan ( Purusha dan Prakriti )
yaitu permohonan pada Tuhan untuk mengabulkan permintaan kita melalui sedulur papat lima pancer.

untuk dapat menggunakan ajian ini dikenal adanya pitukon/mahar yaitu berupa puasa selama 40 hari dan membaca mantra ini pada tengah malam selama 40 hari berturut2 dimulai pada weton yang bersangkutan. 

Atau untuk keperluan yang khusus, mantra dibaca pagi hari menghadap ke timur, siang menghadap ke selatan, sore menghadap ke barat dan tengah malam menghadap timur. Sewaktu menghadap ke timur (setelah mengucap mantra) mengucapkan : "sedulurku kang ana wetan, Retna Dumilah, lairing rahina, rewangono aku".menghadap selatan: "sedulurku kang ana kidul Bambang Bunar buwana,uriping rahina, rewangana aku," menghadap ke barat: "sedulurku kang ana kulon Kencana Remeng, lairing wengi rewangana aku" menghadap utara: "sedulurku kang ana lor, Srikolem , uriping wengi, rewangana aku".

Cara kedua adalah pada tengah malam setelah mengucap mantra menghadap timur,selatan,barat, utara sambil mengucapkan seperti diatas (pilih salah satu caranya)
setelah kesulitan diatasi (hari ke 41) harus mengadakan selamatan

NB: banyak sekali versi dari sedulur papat lima pancer ini, harus di ingat bahwa ajaran ini asalnya adalah ajaran lisan, tidak tertulis, sehingga tidak mustahil ada ingatan yang blank atau salah mendengarkan, mengenai versi manakah yang benar tentu setiap penghayat versi tersebut mengklaim versinyalah yang asli dan benar

Note: Yang memakai pertama biasanya terbentur pada kata puser karena pusar kan ada di tubuh kita, sudah menyatu.  Yang memakai kedua biasanya akan terbentur pada permati, karena permati itu artinya penting( mempunyai saudara permati/penting) 
Tetapi haruslah disadari bahwa yang disebut saudara empat itu tidaklah berwujud wadag alias gaib dan pancaran energi dari mantra pertama ataupun kedua kekuatannya tidak berbeda, jadi diambil yang cocok saja.

*edited: maaf bagi yang sudah membaca/share , diedit karena ada sedikit tambahan, tapi tidak mengurangi nilai tulisan sebelumnya, hanya sedikit tambahan mantra yang tidak memakai marmati. Dan cara saat menghadap ke timur,selatan,barat dan utara.
Sebenarnya sudah lama ingin diedit setelah publish, tetapi mohon maaf karena kesibukan dan hal yang lain baru bisa hari ini. 
Nov 16