Kamis, 10 Maret 2016

Iblis

Ada suatu pertanyaan menarik
T: om,mengapa ada banyak agama?, apakah yang disembah adalah Tuhan yang sama?
J: apakah mereka menyembah Tuhan yang menciptakan alam semesta? apakah Tuhan mereka mengajarkan berbuat baik? Kalau iya bukankah mereka menyembah Tuhan yang sama
T: tapi mengapa ada masjid dibakar, ada gereja di segel, sanggar pamujan di bakar kalau mereka sebenarnya memuja Tuhan yang sama?
J: nak, kau harus tahu, yang tidak suka melihat manusia menyembah Tuhan adalah iblis dan para setan. Saat engkau melihat itu sebenarnya engkau telah melihat perwujudan iblis dan setan dalam bentuk manusia

Minggu, 17 Januari 2016

Doa

"Tuhan, salahkah bila saat berdoa aku mengajukan berbagai permintaan pada Mu agar diberikan hal-hal duniawi yang kuinginkan? Bukankah semestinya aku hanya melakukan persembahan dalam doa dan tidak meminta apa-apa?
Karena katanya mempersembahkan doa demi terkabulnya sebuah harapan, adalah doa yang tidak tulus."

Sang MAHA : "Manu, apa yang salah ketika yang lebih kecil meminta pada yang lebih besar? Apa yang salah saat yang lebih rendah meminta pada yang lebih tinggi?"

"Jika bagimu Tuhan adalah SUMBER SEGALA-nya, lalu apa yang salah saat kau meminta dalam doa-doamu pada Sang Sumber?"

" Bahkan jika kau mempersembahkan seluruh isi alam, kau mempersembahkan pada pemiliknya sendiri."

"Mintalah dalam doa-doa.
Lalu persembahkan pikiran, kata-kata dan perbuatan yang SELARAS dengan doa-doamu. Dengan begitu akan layak bagimu untuk menerima berkah dan pertolongan sesuai apa yang kau inginkan"

Minggu, 10 Januari 2016

Shalom aleichem


Shalom aleichem malachei ha-shareis malachei elyon, mi-melech malchei ha-melachim Ha-Kadosh Baruch Hu.

Arti kata-kata ini adalah:

Damai sertamu, ya malaikat yang melayani, para utusan Yang Maha Tinggi, dari Raja di atas Segala Raja, Yang Esa dan Kudus, terpujilah Dia.
Datanglah dalam damai, para utusan damai, para utusan Yang Maha Tinggi,
dari Raja di atas Segala Raja, Yang Esa dan Kudus, terpujilah Dia.

Familiar dengan salah satu kata diatas? Itu adalah nyanyian menyambut sabat dalam yahudi. Dan salam itu di balas alaichem shalom.
damai kiranya menyertaimu dibalas damai juga untukmu.

Mungkin juga ada yang mengatakan shalom alaichem itu harus dibalas dengan sedikit memelesetkan kata sehingga menjadi kecelakaan bagimu karena tidak sesuai dengan akidah yang diyakini mereka.

Tapi benarkah demikian? Setidaknya dalam literatur2 yang lebih tua tidak menyebutkan begitu kecuali hanyalah opini para pemuka agama yang tidak familiar dengan perbedaan, apalagi dengan persamaan antar kepercayaan

Bentuk salam seperti ini lazim ditemukan di Timur Tengah. Salam ini dilakukan dalam bentuk jamak - sehingga digunakan untuk menyalami banyak orang - meskipun misalnya digunakan untuk satu orang saja. Sebuah penjelasan religius untuk hal ini ialah bahwa orang menyalami baik tubuh maupun jiwa.

Shalom Aleichem juga lazim digunakan oleh pemeluk Kristen Orthodox Timur Tengah, khususnya komunitas di daerah Israel, Palestina, Suriah, Libanon, Yordania, Turki, Mesir, Maroko dan Russia, bahkan di seluruh dunia. Digunakan sebagai ucapan salam ketika beribadah, memulai khotbah dan salam kepada rekan dan sesama.

Salam ini dari mulai sebelum masehi sampai sekarang masih digunakan dalam berbagai dialek bahasa

Jumat, 11 Desember 2015

Garis tangan

Pada suatu ketika ada seorang anak yang menghampiri dan bertanya "om katanya bisa baca garis tangan, coba lihat nasibku om" sambil mengulurkan telapak tangannya.

"Baiklah, perhatikan ini disebut garis kehidupan, yang ini adalah garis rejeki, yang ini adalah garis jodoh. Sekarang coba genggam telapak tanganmu, sekarang ada dimana garis itu? Didalam genggamanmu nak, demikianlah nasibmu sebenarnya telah diletakan dalam genggamanmu sendiri, bukan genggaman orang lain. Maka berusahalah menjadi apa yang kamu mau, dapatkan hidup, rejeki, jodoh sesuai dengan kemauanmu. Tapi lihatlah di luar genggamanmu masih ada garis yang tak bisa engkau genggam, itulah kuasa Tuhan. Jadi berusahalah semampumu untuk menjadi yang kau cita-citakan, dan jangan lupa berdoa"
Jawabku sambil mengelus rambutnya

Sabtu, 04 April 2015

Jenis cakra dan cara dasar mengaktifkan

1.Chakra Dasar (Maludara)
Warna : Merah
Posisi : di antara alat kelamin dan anus (ujung tulang ekor)
survival, gaya hidup yang mengutamakan energi fisik.
Chakra dasar mempunyai 4 lembar daun yang merupakan pusat energi dari tubuh fisik, kehidupan materi & keinginan untuk hidup.
Chakra dasar yang aktif maka seseorang akan cenderung untuk hidup dengan penuh semangat & motivasi & sebaliknya chakra dasar yang kecil, kotor & terhambat maka akan hidup bermalas-malasan tanpa semangat bahkan memiliki kecenderungan untuk mudah putus asa bahkan bunuh diri.
Di Chakra inilah bersembunyi tenaga kundalini.

2. Chakra Seks (Svadhisthana)
Warna : Jingga
Posisi : di bawah perut
asimilasi, seksual, kesenangan, keinginan, gaya hidup yang memanjakan emosi.
Chakra sex memiliki 6 lembar daun. Chakra seks berhubungan dengan penciptaan atau reproduksi & mempengaruhi aktivitas seksual seseorang.
Chakra seks yang bersih dan aktif akan memiliki pikiran yang positif serta percaya diri. Sebaliknya seseorang
akan menjadi tidak perduli, kasar, berpikir negatif (kurang kreatif)chakra seksnya
kotor & terhambat

3.Chakra Pusar (Manipura)
Warna : Kuning
Posisi :perut (pusar/plexus solaris)
pertumbuhan, penyembuhan, menerima dan mengeluarkan energi, kemauan, tenaga personal.
Chakra ini amat penting dalam mempertahankan vitalitas seseorang. Chakra ini memiliki 10 lembar daun. Chakra pusar berkaitan erat dengan sifat-sifat yang membawa kecenderungan seperti iri hati, rasa malu, tidak puas, murung, benci & takut (kekurangan rasa aman). Seseorang dengan chakra pusar yang berkembang & bersih maka akan dapat mengatasi hal-hal seperti tersebut di atas & mengubahnya menjadi suatu yang positif seperti rasa aman, puas, gembira, nyaman & percaya diri.

4.Chakra Jantung (Anahata)
Warna : Hijau
Posisi : tengah dada antara dua puting
mencintai diri, mencintai orang lain, pemenuhan hajat hidup, energi mental, kesadaran dan penyembuhan
Chakra ini memiliki 12 lembar daun. Chakra jantung adalah chakra yang amat penting dalam spiritual karena dihubungkan sebagai lambang cinta kasih & penyembuhan.
Chakra jantung merupakan pusat dari seluruh perasaan halus seperti kasih sayang & cinta kasih.
Seseorang dengan chakra jantung yang kecil, kotor atau terhambat akan memiliki kecenderungan egois, sombong, fanatik, tamak/rakus, munafik, & gelisah. Sedangkan chakra jantung yang berkembang dengan baik menyebabkan seseorang penuh dengan rasa cinta kasih & kasih sayang serta dapat menarik simpati sesama.

5. Chakra Tenggorokan (Vishudda)
Warna : Biru muda
Posisi : tenggorokan
Elemen : Ether
komunikasi, energi ekspresif.
Chakra ini memiliki 16 lembar daun.
kreativitas) & hubungan antar manusia. Seseorang dengan chakra tenggorokan yang berkembang akan memiliki
pengertian yang mendalam mengenai hubungan antar sesama sehingga mempunyai hubungan yang baik dengan
sesamanya. Kemampuan untuk berekspresi secara lisan juga dipengaruhi oleh chakra ini.

Chakra Mata Ketiga (Ajna)
Warna : Biru indigo (nila)
Posisi : di antara kedua mata (dahi/kening)
Penglihatan, intuisi, penyatuan
Disebut chakra mata ketiga karena chakra yang berkembang aktif & bersih dapat memberikan pewaskitaan (clairvoyance) atau kekuatan psikis lainnya.
Selain pewaskitaan, chakra ini merupakan titik pemusatan & pengatur dari chakra-chakra di bawahnya. Chakra ini sering disebut pula berkaitan erat dengan pengetahuan spiritual

7.Chakra Mahkota (Sahasrara)
Warna : Violet
Diatas kepala
Fungsi : Integrasi dan Pemahaman
Chakra ini adalah pusat masuknya energi ke seluruh lapisan tubuh & kesadaran. Seseorang yang chakra mahkotanya berkembang secara sempurna akan banyak mengetahui rahasia alam. Menjaga agar chakra ini selalu bersih amatlah penting agar energi spiritual dapat diterima secara terus menerus oleh seluruh tubuh.

Bagaimana cara mengaktifkan?
Cara ini hanya untuk pemula yang berniat mempelajari
Lakukan posisi meditasi dan mulai pranayama, mengatur nafas. Bisa juga sambil melakukan japa, mengucap mantra atau doa yang diulang-ulang.
Mulai bayangkan warna pada penjelasan, misalnya pada cakra mahkota maka bayangkan warna violet diatas kepala.
Lakukan secara kontinyu sampai akhirnya bisa merasakan getarannya.
Jika sudah sampai tahap ini maka bisa dikatakan sudah siap untuk mempelajari lebih lanjut ke tahap praktisi dan tentunya metode pelatihannya akan sedikit berbeda

Kamis, 02 April 2015

Meditasi pada ajna cakra

Hendaknya seorang yogi selalu berusaha untuk memusatkan pikirannya ditempat terpencil sendirian,setelah menguasai pikiran dan raganya bebas dari nafsu dan kepemilikan.

Dengan teguh duduk ditempat yang bersih, diatur untuk dirinya tidak tinggi juga tidak rendah, dialasi dengan rumput ditutupi dengan kulit rusa dan kain.

Disana, dengan memusatkan pikiran ke satu titik. Mengendalikan kemampuan pikiran dan kerja panca indra, duduk diatas tempat duduknya melaksanakan yoga guna mensucikan jiwa

Dengan badan kepala dan leher tegak, duduk diam tiada bergerak-gerak tetap memandang ke ujung hidungnya dan tanpa menoleh-noleh disekitarnya

Bhagawat gita vi 10-13

****************
Itu adalah dasar dari dyana (meditasi). Ditempat yang tenang, bersih, duduk diatas suatu matras yang cukup, badan, kepala, leher tegak, memandang ke ujung hidung.

Tanpa mengurangi rasa hormat akan kesucian rumput kusa dalam kepercayaan, maka bisa disusun suatu matras, yang cukup tebal dan tidak keras.
Fungsinya selain agar lebih bisa rilek juga mengisolasi energi agar energi yang kita hasilkan tidak terserap ke tanah. Karena seperti yang kita ketahui bumi memiliki energi yang menyerap energi, katakanlah energi - yang akan menetralkan energi +.
Sama seperti petir akan mencari penyaluran ke bumi sebagai ground.

Lalu duduk relaks dengan sikap Sukhasanaa. (Sukhāsana : posisi tubuh paling nyaman dan mudah untuk japa dan meditasi) . Hal terpenting adalah kepala dan tubuh harus lurus dalam satu garis. Tempatkan satu kaki di depan kaki lainnya, dan tidak saling menumpuk agar tidak kesemutan. Sebenarnya ada bermacam2 sikap asana tapi untuk dasar kita lakukan sukhasana, setelah itu kita bisa mencoba asana yang lain yang cocok bagi kita.

Apakah harus? Sikap duduk, kepala, leher dan tubuh tegak. Jawabnya seperti kita belajar naik sepeda, awalnya harus mematuhi cara dasar naik sepeda, setelah mahir mau naik sepeda sambil terlentang, lepas stir, melompat lompat ya terserah.

Selanjutnya memusatkan pikiran, dan memandang ke pucuk hidung. Sebenarnya bukan pucuk hidungnya yang menarik perhatian sehingga harus dipandangi, saat memandang pucuk hidung maka yang terjadi adalah posisi mata setengah terpejam dan kosentrasi terfokus di antara dua mata.
Ya, itulah yang disebut ajna cakra atau ada yang menyebutnya mata ketiga.
Boleh juga langsung fokus ke antara dua alis, tetapi pada umumnya bagi pemula fokusnya nantinya berada di atas ajna cakra. Karena itu disarankan mengikuti pelajaran dasar, memandang pucuk hidung.

Selanjutnya mengatur nafas.
ada beberapa macam mengatur nafas menurut caranya.
1.tarik nafas dan keluarkan. Bila dilakukan sangat cepat (seperti terengah engah) akan menghilangkan lendir yang berlebih dan juga menghilangkan racun.
2.disebut pernafasan segitiga sama sisi yaitu tarik nafas, tahan, lepaskan dengan hitungan yang sama, misal 33 hitungan untuk tarik nafas, 33 hitungan untuk tahan nafas dan 33 untuk hembuskan, tarik lagi dan seterusnya. Cara ini adalah terbaik untuk dyana atau meditasi.
3.disebut segitiga sama kaki, disini adalah tahan nafasnya yang dihitung. Cara ini baik untuk membangkitkan tenaga dalam, kundalini dan kekuatan.
4.pernafasan segi empat. Yaitu tarik-tahan-keluarkan-tahan. Tetapi dari beberapa orang cara ini selain sulit hasil yang didapat tidak berbeda dengan pernafasan segitiga dan karena itu sangat jarang diajarkan.

Dengan terbukanya ajna cakra yang berkembang aktif & bersih dapat memberikan kekuatan psikis.
Selain kekuatan psikis, chakra ini merupakan titik pemusatan dan pengatur dari chakra-chakra di bawahnya. Chakra ini berkaitan erat dengan pengetahuan dan spiritual.

Ajna cakra adalah cakra ke enam dari tujuh cakra utama. Untuk lain kali kita bahas tentang cakra lainnya.

Setelah duduk dengan sikap sukhasana kita mulai mengatur pernafasan sama sisi ,untuk pemula bisa melakukan pernafasan misalnya 17 hitungan untuk mengambil nafas, 17 hitungan untuk menahan nafas, 17 hitungan untuk mengeluarkan nafas. Hitungan ini dikemudian hari jika sudah menguasai 17 hitungan akan ditambah semakin lama.

Setelah itu konsentrasi, bisa konsentrasi pada Nama Tuhan atau berusaha memecahkan masalah ataupun permohonan atau harapan. Jika kesulitan maka bisa mendahuluinya dengan wirid, japa,mantra dll. Misal menggunakan gayatri mantra, kalimat basmalah ataupun doa bapa kami sesuai kepercayaan masing-masing dan boleh juga dibantu dengan tasbih, aksamala/ japamala,rosario dll. Lakukan beberapa ratus kali.

Setelah melakukannya, maka anda akan terasa mabok. Saat ini gelombang otak anda sudah siap untuk masuk kedalam meditasi. Dan saat itu seringkali masalah yang akan anda konsentrasikan/mohon tiba-tiba menjadi tidak penting lagi. perlu dicatat untuk tetap melakukan pokok konsentrasi yang anda rencanakan meskipun sudah tidak terasa penting lagi.

Lakukan sukhasana dan lakukan pranayama dengan fokus pada ajna cakra dan mulailah konsentrasi.

Saat ajna cakra anda sudah bersih dan berkembang maka intuisi anda akan bangkit. Seolah-olah semua masalah yang anda pikirkan tiba-tiba ada jawabannya. Juga masalah spiritual yang dahulu membelenggu tiba-tiba menjadi bebas. Semua yang dulu tidak anda mengerti akan tiba-tiba tampak terang.

Rabu, 01 April 2015

Rutinitas

Hidup itu bagaikan tinggal di dalam penjara. Hari datang dan pergi dalam rutinitas yang sama.
Ketika bel berbunyi, para sipir penjara mengetuk pintu sel dan tahanan harus bangun dan keluar. Setelah mandi ia mengantri makan pagi setelah itu mungkin ada tugas yang menanti, berkerja di ruang cuci atau beberapa jam di bengkel?

Rutinitas berjalan dalam rangkaian yang kejam dan semua itu tanpa tujuan.
Pada malam harinya, atau lebih cepat jika para petugas hanya memiliki sedikit pekerjaan, mereka dikunci dalam sel hanya untuk mengulangi rutinitas yang sama keesokan harinya.

Namun apa yang dicapai oleh seseorang yang melaluinya? Seorang tahanan tidak akan tumbuh berkembang atau mencapai sesuatu. Rutinitas hanyalah pengulangan yang monoton dan membosankan.

Dan banyak orang hidup dalam penjara terbuka. Mereka hidup sesuai dengan perintah rutinitas dan kebiasaan.
Tapi demi apa?

Aku berkata dalam hati
"TUHAN hendak menguji mereka dan memperlihatkan kepada mereka bahwa mereka hanyalah binatang"
karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka,sebagaimana yang satu mati, demikian pula yang lain. Kedua-duanya memiliki nafas yang sama, dan Kedua-duanya terjadi dari debu dan kembali menjadi debu.

Baiklah manusia bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah kebahagiaannya.